Merana

Tidakkah kau tahu...

sendiri aku memperjuangkan dirimu

Tanpa ada yang tahu...

bahwa berbeda kiblatmu dan aku


Ini sudah di atas nalar...

menitikkan air mata dengan tatapan nanar

Lukisan indah itu pudar...

kau ludahi sudah semua, sebelum kau bakar


Merana

aku dibuat oleh orang yang pernah kukasihi

Merana

wanita mana lagi yang bisa aku percayai

bahkan kaupun meninggalkanku

menghempaskan aku

sendiri

Komentar

Postingan Populer